Thursday, April 17, 2014

Perkataan Yang Benar Di Tengah Pencobaan



Matius 12 : 37
Sebab atas dasar perkataanmu kamu akan dibenarkan, dan atas dasar perkataanmu kamu akan dipersalahkan.

Apakah hari-hari ini kita kehilangan tujuan hidup, atau mungkin kita sedang galau dan tidak tahu harus melakukan apa pun karena begitu ruwetnya masalah yang dihadapi? Lalu kita mulai mengeluh, menggerutu bahkan menyalahkan Tuhan? Mari kita membandingkan masalah kita dengan masalah Ayub. Satu hari Ayub kehilangan semua kekayaannya, Ia juga kehilangan anak-anaknya. Dan yang akhirnya ia kehilangan kesehatannya. Semua itu terjadi dalam kurun waktu yang singkat, tanpa adanya "persiapan" sebelumnya. Lalu tiba-tiba istri Ayub berkata kepadanya "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Elohimmu dan matilah!"

Ayub hanyalah manusia biasa sama seperti kita semua. Karena itu ia pun sempat menyesali akan kelahirannya dan ia juga sempat marah kepada kawan-kawannya yang datang seolah -olah memberikan penghiburan, tapi pada kenyataannya hanyalah menghakimi Ayub.

Pernahkah kita menghadapi keadaan seperti Ayub? Di rumah atau oleh keluarga sendiri kita dipersalahkan karena iman dan ketekunan kita kepada Elohim. Sementara sahabat-sahabat kita bukannya memberikan pertolongan melainkan hanya menghakimi dan memberikan komentar-komentar yang negatif dan tidak membangun. Namun Alkitab mencatat bahwa Ayub berhasil dan berkemenangan melewati cobaan berat tersebut bahkan Ayub mengakhiri perjalanan hidupnya dengan penuh kebahagiaan dan berkat Tuhan. Akhir hidup Ayub ditandai dengan tercurahnya berkat yang lebih dari sebelumnya (Ayub 42 : 12)

Kunci keberhasilan Ayub menuai berkat berlipat ganda adalah perkataannya kepada Elohim. Perkataan Ayub benar di hadapan YAHWEH sekalipun di tengah cobaan, tidak seperti perkataan dari kawan-kawannya Ayub yang kebanyakan teori dan asumsi . Perkataan kawan-kawan Ayub sepintas terdengar baik padahal perkataan mereka terlalu lancang karena berani menyalahkan dan menghakimi Ayub yang jelas-jelasan adalah orang yang jujur, saleh serta takut akan Elohim. (Ayub 42 : 5-8, Ayub 1 : 8)

Salah satu kunci kemenangan untuk mengakhiri pertandingan dengan baik dan benar adalah perkataan kita yang benar dihadapan YAHWEH.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013.