Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts

Saturday, March 28, 2015

Cinta Sejati

Seseorang punya kisah kehidupan, dia ditinggalkan pasangannya karena kesalahan masa lalunya. Meski begitu dia tetap menyayangi mantannya karena di dalam hatinya, dia hanya ingin menemani mantannya dalam suka dan duka serta merawatnya saat dia sakit. Sampai pada suatu hari, hampir 2 th setelah hubungan mereka berakhir, mantannya memberitahu kalo dia sudah punya kekasih baru yang diimani sebagai calon istri. Hancurlah hatinya. Tapi dia tau hidup harus terus berjalan. Dia pun undur diri dari kehidupan mantannya karena dia tak mau memaksakan apapun.

Pernahkah menjumpai kisah seperti itu?
Masih ada Tuhan Yesus, jangan menyerah, teruslah berharap. DIA tahu ketulusan cintamu, DIA tahu rasa sakit hatimu, ijinkan Tuhan Yesus sembuhkan luka di hatimu. Tuhan jauh lebih tahu masa depanmu, dan jauh lebih tahu untuk siapa cinta sejatimu harus diberikan. Ingatlah, Tuhan Yesus lebih dulu mengalami penolakan dari orang2 yang dikasihiNya. DIA tak ingat lagi kesalahanmu bahkan DIA tetap mengasihimu meski DIA tahu kegagalanmu di masa depan.
Tetaplah taat dan setia. 

Thursday, December 25, 2014

MERRY CHRISTMAS 2014





Kelahiran Yesus adalah bukti awal penggenapan JANJI dan KASIH BAPA YAHWEH untuk keselamatan kita semua. MERRY CHRISTMAS. 

Harta Dalam Bejana Tanah Liat


William adalah seorang penasehat kerajaan yang sangat disegani karena kebijaksanaannya. Raja pun sangat memperhatikan perkataan dan nasehatnya. Akan tetapi, hal itu rupanya membuat putri raja merasa iri, apalagi William memiliki wajah yang jelek dengan tubuh yang bongkok. 


Putri raja : "Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaanNya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok?"
William : "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"
Putri raja : "Semua orang tahu bahwa ayahku mempunyai anggur terbaik. Pertanyaan bodoh macam apa itu?"
William : "Dimana ia meletakkannya?"
Putri raja : "Yang pasti di dalam bejana tanah liat."
William : "Seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat untuk menyimpan anggur terbaik?"

Mendengar perkataan William tersebut, putri raja pun merasa malu dan berlalu meninggalkannya. Kemudian ia segera memerintahkan agar para pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas dan perak.

Suatu hari sang raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan. Alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya sangat asam rasanya. Dengan geram ia memanggil semua pelayan istana dan menanyakan masalh ini kepada mereka. Para pelayan itu pun menceritakan bahwa semua anggur itu telah disimpan dalam bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri. Maka sang raja menegur perilaku putrinya itu dengan keras.

Putri raja berkata kepada William : "Mengapa engkau menipu aku? Aku telah memindahkan semua anggur ke bejana emas dan hasilnya semua anggur itu jadi asam rasanya."
William : "Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana. Kebijaksanaan itu sama seperti  anggur, ia hanya cocok disimpan dalam bejana tanah liat."

Elohim seringkali mempercayakan tugas pelayanan yang besar pada orang-orang biasa yang lemah dan sederhana. TujuanNya jelas, agar semua orang mengetahui bahwa segala kemampuan dan kehebatan itu berasa dari YAHWEH, bukan dari diri si pelayan. Dengan demikian segala kemuliaan hanya diberikan kepada YAHWEH saja.

Jadi, saat ini anda merasa lemah dan tak berdaya, jangan kuatir, Elohim dapat memakai anda menjadi alat yang luar biasa di tanganNya. Karena itu, senantiasa lakukan yang terbaik bagiNya. Bila saat ini anda telah dipakai menjadi alat Tuhan yang luar biasa, jangan lupa, hanya karena anugrah YAHWEH sajalah anda dapat melakukan semua itu. Karena itu, senantiasa rendahkan diri anda di hadapan YAHWEH dan kembalikan segala kemuliaan kepadaNya.

Manusia memiliki proses kehidupan yang mirip dengan bejana yang sedang dibentuk. Tanah liat tidak secara otomatis berubah menjadi bejana yang indah, tetapi tanah liat harus melalui beberapa proses sehingga dapat menjadi sebuah bejana yang berkualitas. Jika satu langkah saja dilewatkan, maka tukang periuk tidak akan memperoleh sebuha bejana yang baik. Mungkin saja dia hanya akan memperoleh bejana yang bentuknya kurang bagus, permukannya retak-retak, penampilannya tidak berkilau, tidak dapat bertahan lama, atau kekurangan lainnya yang dapat ditemukan.

Ketika tanah liat tidak mengikuti bentukan dari tangan tukang periuk dan menjadi rusak, maka prosesnya akan diulang kembali. Tanah liat akan disatukan kembali, dipukul-pukul atau bahkan dibanting ke meja, agar mudah dibentuk kembali. Setiap kita mengeraskan hati, bersungut-sungut kepada Tuhan dan tidak bersyukur atas apa yang kita alami, maka hidup kita bagaikan tanah liat yang keras yang susah dibentuk. Tuhan akan mengijinkan perkara-perkara yang akan membuat kita menjadi mudah dibentuk sesuai dengan rencanaNya.

Relakan hati kita untuk menjalani proses yang sedang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Bersyukur atas proses pembentukan yang sedang Tuhan kerjakan melalui berbagai macam perkara. Akan ada saatnya dimana kita akan melihat hasil bentukan tangan Tuhan bagi hidup kita dan kita akan bersyukur atas apa yang telah kita alami bersama Tuhan.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Nov-Des 2014.

Mewarisi Karakter Elohim : Kesabaran.




Hampir sebagian besar orang di dunia ini terserang "virus"' ketidaksabaran. Kita tidak sabar terhadap suami atau istri atau anak, tidak sabar terhadap pembantu kita di rumah, tidak sabar terhadap karyawan, bahkan kita tidak sabar menantikan jawaban doa dari Tuhan. Semua orang menginginkan segala hal bersifat instan: makan makanan secara instan, ingin memperoleh kekayaan secara instan, ingin mendapatkan jodoh secara instan, semuanya ingin serba instan.

Firman Tuhan menasihatkan,
Kolose 3 : 12
Oleh karena itu, sebagai orang-orang pilihan Elohim yang kudus dan yang terkasih, kenakanlah hati penuh kemurahan, kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan , panjang sabar.
Amsal 16 : 32
Lebih baik orang yang lambat marah daripada orang yang kuat, dan yang menguasai rohnya daripada yang merebut kota.

Mengapa setiap orang percaya harus memiliki kesabaran? Karena kita adalah anak-anak Tuhan yang sudah seharusnya mewarisi sifat-sifat Bapa, salah satunya adalah sabar. Tuhan itu panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Contoh :
Manusia di zaman Nuh hidup dalam kejahatan, tetapi dengan kesabaranNya Tuhan masih memberi kesempatan kepada mereka selama 120 tahun untuk bertobat (selama masa pembuatan bahtera), tapi mereka tetap saja hidup dalam pemberontakan dan akhirnya binasa oleh air bah, kecuali Nuh dan keluarganya. Dalam Nahum 1:3a dikatakan "Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah." Juga bangsa Israel, yang senantiasa mengalami kebaikan Tuhan, masih saja suka bersungut-sungut dan memberontak kepadaNya. Namun Tuhan tetap sabar terhadap mereka. Sungguh, Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam hal kesabaran. Terhadap orang-orang yang mengejek, meludahi, menganiaya, bahkan menyalibkan Dia, Yesus tetap sabar dan berdoa: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Kesabaran Tuhan membuahkan pengampunan.

Saat ini kasih Tuhan dicurahkan ke dalam hati kita melalui kuasa Roh KudusNya. Dan karena pertolongan Roh Kuduslah kita beroleh kekuatan untuk mengasihi dan memiliki kesabaran terhadap orang lain. Kita pasti dapat bersabar menghadapi segala sesuatu karena kesabaran adalah salah satu buah Roh.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Nov-Des 2014.

Saturday, September 27, 2014

Menghormati Sebuah Anugerah


 

1 Petrus 1 : 13
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

Bayangkan anda sedang diundang makan di rumah sahabat anda, setelah selesai makan dan mendengarkan musik serta berbincang sebentar akhirnya anda berdiri dan bersiap pulang. Tetapi sebelum pulang, anda mengeluarkan dompet dan bertanya :
"Jadi, berapa saya harus bayar ke kamu untuk makan malam ini?"

Pasti sahabat anda akan sangat marah dan merasa terhina dengan sikap anda tersebut. Anda tidak akan melakukan hal ini saat diundang makan oleh seorang sahabat bukan.

Bukankah ini aneh, tetapi kenyataannya banyak orang merasa harus membayar sesuatu kepada Tuhan atas anugerah keselamatan yang mereka terima. Lucunya mereka berharap Tuhan tersenyum bahkan merasa berterima kasih ketika mereka mencoba membayar kebaikan Tuhan dan keselamatan yang Ia berikan.

Rasul Paulus berkata bahwa semua orang telah berdosa dan "Oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus" Roma 3 : 23 - 24. Jadi kita dibenarkan oleh penebusan Kristus secara gratis atau cuma-cuma, bukan karena perbuatan baik kita atau ibadah kita.

Semua yang kita lakukan bukanlah supaya kita selamat, karena setiap usaha kita untuk selamat, sia-sia belaka. Kita hanya akan diselamatkan dari maut saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Dan tujuan dari perbuatan baik dan ibadah kita adalah untuk mempermuliakan Tuhan.

Karena keselamatan itu anugerah Tuhan, mari hormati dan hargai pemberian tersebut sebagaimana mestinya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mar-Apr 2013 (crosswalk.com by Puji Astuti)

Yesus adalah Udara yang KIta Hirup



Amsal 3 : 6
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanMu.

Pernah diberitakan seorang anak kecil dengan tenangnya merokok dan menangis jika tidak diberi rokok. Ada pula anak kecil yang selalu menghirup sesuatu yang membuatnya merasa tenang. Tidak hanya anak kecil, orang dewasa banyak yang melakukannya.

Para pengemis mungkin tidak punya rumah tapi mereka harus punya televisi demi "kebutuhan" hiburan, seorang ayah mungkin saja tidak bisa bayar SPP bulanan anaknya, namun selalu ada uang untuk berjudi. Para wanita ada yang mungkin terlalu memaksakan diri untuk membeli barang-barang bermerk.

Kebiasaan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, namun masalahnya seringkali kita tidak sadar bahwa kebiasaan-kebiasaan buruk itu merusak kita dan kehidupan kita. Bukan hanya kehidupan kita, namun kehidupan orang-orang yang ada di sekeliling kita.

Yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita ini bukan manusia sempurna, tapi mau berubah. Coba lihat kebiasaan buruk apa saja yang seperti menjadi "candu" di dalam diri kita masing-masing, kebiasaan yang tentunya merusak baik kita sadari ataupun tidak, kebiasaan yang memberikan efek samping bagi kehidupannya.

Setelah itu, akuilah Yesus dalam segala tingkah laku kita, seakan-akan Yesus adalah udara yang harus kita hirup setiap detik maka hidup kita akan diluruskanNya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mar-Apr 2013 (jawaban.com by lois horiyanti)

Sunday, July 20, 2014

Apakah Aku Adil

Yohanes 7 : 24
Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.

Alasan mengapa manusia tidak diperbolehkan menghukum atau menghakimi orang lain karena manusia tidak pernah bisa berbuat adil dan dalam hidupnya manusia sering berlaku tidak adil.

Manusia bukan hanya tidak bisa berbuat adil pada orang lain namun manusia tidak bisa berbuat adil terhadap dirinya sendiri dan terhadap Tuhan. Kerapkali manusia bermusuhan atau bertentangan terhadap dirinya sendiri. Dalam banyak hal kita cenderung menghukum, mencela dan membenci diri sendiri. Dengan kata lain seringkali manusia tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri karena tidak menyukai dan tidak mensyukuri hidup dan keberadaan dirinya.

Banyak orang sering membangun konsep yang salah tentang keberhargaan dan sesuatu yang bernilai. Ambisi keinginannya dan ukuran kesuciannya seringkali menjadi bumerang bagi jiwanya sendiri. Tuhan memang mencintai hukum, keadilan dan kesucian. Namun hukum, keadilan dan kesucian bukanlah Tuhan. Alkitab saja menggambarkan bahwa Yahweh adalah kasih. Yahweh adalah Bapa yang baik. Bahkan demi kasih-Nya yang begitu besar Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kalau Tuhan saja sudah tidak menuntut manusia sesuai Hukum Taurat, melainkan memberikan jalan dan cara yang terbaik yaitu hidup dalam Kasih dan tuntunan Roh Kudus-Nya, maka kenapa kita yang berdosa ini masih menuntut diri sendiri dan orang lain untuk hidup di bawah kekuasaan Hukum Taurat atau hukum apa pun yang ada di dunia ini?

Pribadi yang adil adalah pribadi yang rela berkorban demi yang dicintai-Nya dan demi keadilan itu sendiri. Yesus Kristus rela berkorban demi manusia yang Ia cintai dan demi keadilan, karena Ia tidak rela jika yang dicintai-Nya binasa dalam kekekalan karena keadilan-Nya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013 (jp simamora / jawaban.com)

Saturday, July 19, 2014

Ingin Jadi Pria Sejati dan Perkasa?

Pernikahan dan perkawinan merupakan rancangan yang Tuhan buat bagi manusia. Kisah penciptaan sangat jelas memaparkan hal tersebut. Tuhan menghendaki supaya manusia tidak sendirian dan Tuhan menghendaki supaya manusia beranak cucu. Tujuan Tuhan tersebut hanya dapat terpenuhi jika seorang pria mencintai dan menjadi satu dengan gadis yang juga mencintainya.

Dengan demikian kekristenan sepakat bahwa tujuan pernikahan adalah :
  • memenuhi kehendak Tuhan supaya manusia memiliki keturunan, itu artinya pria dan wanita menjadi satu tubuh karena melakukan hubungan seks. (Kejadian 1 : 27 - 28)
  • memenuhi kehendak Tuhan supaya manusia/pria tidak seorang diri dan kesepian. Itu artinya pria dan wanita perlu menjadi satu jiwa di dalam cinta dan kebersamaan melalui komunikasi dan hubungan seks. (Kejadian 2 : 18, 20 - 22)
  • memenuhi kehendak Tuhan supaya pria dan wanita yang seiman dan cinta Tuhan tersebut satu hati sehingga melahirkan keturunan Ilahi dan bukan sekedar anak-anak jasmani. (Maleakhi 2 : 15)

Jika kita memperhatikan ketiga point di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan menghendaki supaya suami istri menjadi satu tubuh, satu jiwa dan satu roh dalam suatu hubungan yang intim dan mesra.

Itu artinya kekristenan setuju kalau komunikasi dan hubungan seks sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam suatu pernikahan.

Namun iblis dan dunia membuat kebenaran tersebut menjadi suatu penyimpangan sehingga banyak rumah tangga yang hancur karena manusia percaya pada dusta tentang seks. Salah satu kebohongan tentang seks yang sering dikumandangkan dalam banyak iklan adalah mengenai bagaimana menjadi pria yang perkasa dalam soal seks. Beberapa isu kebohongan yang dipercaya banyak orang tentang pria yang perkasa :
  • pria dikatakan perkasa bila mempunyai alat kelamin yang besar dan panjang.
  • pria dikatakan perkasa bila bisa ereksi sangat lama.
  • pria dikatakan perkasa bila memiliki badan yang berotot dan tubuh yang atletis.

Padahal tahukah anda bahwa Alkitab memiliki definisi yang berbeda tentang pria sejati dan perkasa. Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa pria sejati dan perkasa adalah sebagai berikut :
  • pria yang takut akan Tuhan dan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Mazmur 128 : 1, Kejadian 39 : 7 - 8)
  • pria yang hidup dalam doa dan penyembahan kepada Tuhan (1 Timotius 2 : 8)
  • pria yang mau bekerja keras dan bukan hamba uang (Mazmur 128 : 2, 1 Tesalonika 4 : 11, 1 Timotius 3 : 3)
  • pria yang mengambil kepemimpinan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga dan keluarganya (1 Timotius 3 : 4)
  • pria yang bisa menaklukkan nafsu seksnya, yang hanya mempunyai satu istri dan bukan seorang peminum (1 Timotius 3 : 2 - 3, 1 Timotius 4 : 4)

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013 (jp.simamora | jawaban.com)

Friday, July 18, 2014

Melawan Hukum Gravitasi Kedagingan

Roma 12 : 2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna.

Banyak orang yang terpaku, ketika menyaksikan perjalanan Apollo 11 berhasil tiba di bulan dengan selamat, setiap orang kagum karena melihat manusia pertama berjalan di bulan. Untuk bisa ke bulan para astronot tersebut harus lepas dari tarikan gravitasi bumi yang begitu besar dan kuat. Betapa banyaknya energi yang dikerahkan dalam beberapa menit pertama peluncuran pesawat tersebut dibandingkan dengan energi yang perlu digunakan selama beberapa hari berikutnya untuk menempuh perjalanan setengah juta mil.

Kebiasaan manusia juga memiliki tarikan gravitasi yang besar sekali, banyak dari kita yang tidak menyadari akan hal ini. Tidaklah heran jika seseorang tidak berdaya untuk keluar dan meninggalkan kebiasaan yang buruk. Hal ini pun dialami oleh Rasul Paulus seperti yang ia utarakan dalam tulisannya kepada jemaat di Roma, "Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" (Roma 7 : 14 - 24)

Syukur kepada Elohim sejak Kristus mati di kayu salib, lalu dibangkitakn pada hari ketiga ada kabar baik bagi seluruh umat manusia. Sama seperti Apollo 11 yang bisa menerobos tarikan gravitasi bumi, maka ada harapan dan kemungkinan untuk setiap orang keluar dari kebiasaan lamanya (Roma 7 : 25). Memang diperlukan niat dan perubahan yang besar untuk mematahkan kebiasaan yang sudah tertanam sangat dalam dan bertahun-tahun. Karena itu untuk membuat kebiasaan yang baru dan lebih baik tersebut setiap orang perlu kuasa yang lebih besar selain kerja keras dan disiplin yang tinggi.

Rasul Paulus mengajarakan pada kita bahwa Roh Kudus lah yang akan membantu orang percaya untuk menjalani hidup yang baru (Roma 8 : 2 -16).  Bagaimana dengan karakter? Banyak orang berpikir dan merasa bahwa karakter tidak bisa diubahkan sama sekali. Tahukah anda karakter kita pada dasarnya adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan kita. Kebiasaan-kebiasaan kita adalah kumpulan dari gagasan, keyakinan, perkataan serta perbuatan-perbuatan yang kita tabur setiap hari. Kebiasaan adalah faktor yang kuat dan mendarah daging dalam hidup kita.

Jadi seberapa lama dan kuatnya kebiasaan tetap bisa diputuskan dan dilepaskan, karena Yesus Kristus menciptakan manusia baru di dalam kita sehingga kita tidak hidup berdasarkan perasaan yang kerap kali tidak stabil, melainkan kita hidup oleh pimpinan Roh Kudus-Nya. Tidak ada kata terlambat dan mustahil untuk membuat suatu perubahan dalam kehidupan kita.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret-April 2013 (the 7 habits / jp.simamora / jawaban.com)

Thursday, July 17, 2014

Tuhan Yesus Satu-Satunya Sumber Kebahagiaan


Filipi 4 : 19
Dan Elohimku, akan memenuhi segala kebutuhanmu menurut kekayaanNya, dengan kemuliaan di dalam HaMasiakh YESHUA.

Kesepian, kekecewaan, rasa tak berharga atau merasa tertolak merupakan alasan dan pemicu seseorang untuk mencari sesuatu hal yang bisa mengisi kekosongan jiwanya dan menyembuhkan hatinya yang luka. Seperti yang dikatakan Alkitab kalau semua orang itu berdosa dan takluk pada dosa (Roma 3 : 23; Roma 6 : 7,22; Roma 7 : 14). Tidaklah heran kalau kebahagiaan semua orang sangat bergantung pada orang lain. Sehingga mereka tidak menyadari kalau orang yang dekat dengan kita pun dapat mengecewakan dan tidak bisa membahagiakan kita. Sebab mereka bukanlah sumber kebahagiaan kita, demikian juga kita bukanlah sumber kebahagiaan mereka.

Semua ketidakbahagiaan yang terjadi disebabkan karena manusia mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui hubungan antar manusia. Walau itu adalah hal yang wajar dan baik, sebab sebagai manusia kita membutuhkan orang lain, namun hal itu tidak bisa dijadikan sumber kebahagiaan kita. Karena ketika orang lain gagal untuk memenuhi kebutuhan kita, maka kita menjadi kecewa, tidak bahagia dan frustasi.

Itulah sebabnya banyak remaja atau pasangan rumah tangga yang terjebak dalam kecanduan pada suatu kegiatan atau pada sesuatu hal sebagai bentuk kompensasi dari luka hatinya atau untuk mengisi kekosongan jiwanya.

Tentu tidak satupun dari mereka yang dapat memenuhi kebutuhan pasangannya, karena sesungguhnya kebutuhan kebahagiaan itu bersifat rohani dan hanya TUHAN yang dapat memenuhinya. YAHWEH adalah Bapa yang baik yang sanggup memenuhi kebutuhan atau keperluan kita, bukan hanya dalam hal kebutuhan makanan, minuman atau kesembuhan jasmani, namun Ia sanggup menyembuhkan jiwa dan hati kita. Jika kita haus akan kasih sayang, rasa aman dan penerimaan maka TUHAN YESUS adalah jawaban, karena DIA adalah Air Hidup bagi setiap mereka yang berseru padaNya.

Barangsiapa minum air yang YESUS berikan, orang itu tidak akan haus untuk selama-lamanya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret-April 2013 (jawaban.com 1 jp.simamora)

Wednesday, July 16, 2014

Aku Tidak Ada di Sorga












Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia. Aku juga bisa merubah perilaku bahkan sifat manusia, karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang merubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman keyakinannya demi aku !

Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin dan terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis tapi sering orang melakukan kekejian demi aku. Aku juga bukan orang ketiga tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan kerap kali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah berpesan jangan jadi hamba ...

Seharusnya aku melayani manusia tapi kenapa malah manusia jadi budakku ? Aku tidak mengorbankan diriku untuk siapapun tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda, Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda, anda harus menghadap sendiri kepada sang pencipta lalu menerima penghakimanNya.

Saat itu Tuhan pasti akan bertanya "Apakah selama hidup anda menggunakan aku dengan baik atau sebaliknya aku sebagai Tuhan?"

Ini informasi terakhirku :
AKU TIDAK ADA di SORGA !!!
Jadi...jangan cari aku disana.

1 Timotius 6 : 10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mei-Juni 2014.

Wednesday, April 23, 2014

Saat Yang Tepat Untuk Tetap Percaya

1 Samuel 30 : 6
Dan Daud sangat tertekan, karena orang-orang itu berkata akan merajamnya. Sebab jiwa orang-orang itu berdukacita, masing-masing karena anak-anak lelakinya dan karena anak-anak perempuannya. Dan Daud menguatkan dirinya di dalam YAHWEH Elohimnya.

Ketika masa kesusahan datang atau segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita maka inilah saat yang tepat untuk kita tetap percaya kepada YAHWEH.

Saat orang memberitahukan kita bahwa impian-impian kita tidak akan pernah terwujud, tentunya kita merasa terkejut, kecewa dan sedih. Tapi ini justru saat yang tepat bagi kita untuk mengingatkan diri kita sendiri siapa yang sedang bekerja dalam kehidupan kita.

Inilah saat yang tepat bagi kita menggunakan pengurapan Roh Kudus yang ada pada diri kita. Sebab hanya dengan iman dan kuasa Roh  Kuduslah kita bisa tetap bertahan hadapi cobaan, tetap berjalan bahkan berlari dengan penuh semangat, sekalipun kita dalam keadaan terjepit, terbuang, banyak masalah dan tantangan yang harus kita jalani.

Sama seperti ayat di atas, dimana Daud sedang terhimpit masalah dan tidak ada lagi harapan untuk mengalami kemenangan maka yang ia lakukan adalah mengandalkan iman dan pengurapan  yang sudah ia terima dari YAHWEH. Daud menguatkan kepercayaannya kepada YAHWEH.

Jangan sekali-sekali berhenti berharap ketika segala sesuatu tertutup, bahkan jangan berhenti untuk percaya, kuatkanlah kepercayaan kita kepada Yesus Kristus dan kita akan memperoleh pertolonganNya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013.

Sunday, April 20, 2014

Sebanding



Yohanes 3 : 16
Sebab Elohim demikian mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan dapat memperoleh hidup kekal.

Para pemuda-pemudi dari berbagai suku dan agama mengikrarkan diri bersama sebagai satu bangsa, yakni bangsa Indonesia. Perjuangan sampai kepada titik ini bukanlah perkara mudah. Butuh waktu bertahun-tahun dan pengorbanan yang begitu banyak untuk mencapainya. Beberapa dari antara mereka ketika itu mungkin ada yang sudah berbulan-bulan tidak bertemu dengan orang yang mereka kasihi atau mengeluarkan banyak uang demi bisa menghadiri pertemuan bersejarah Jakarta ini.

Seperti yang kita ketahui, kemerdekaan Indonesia tidak datang sehari setelah para pemuda-pemudi ini mengucapkan bersama Sumpah Pemuda. Kurang lebih 17 th setelah mereka berjanji, Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Jika salah satu diantara tokoh Sumpah Pemuda 1928 itu kini masih hidup dan kita bisa menemuinya dan bertanya apakah pengorbanan yang ia dan teman-teman lakukan dahulu sebanding dengan hasil yang dicapai Indonesia kini, maka kemungkinan besar ia akan berkata sebanding.

Seperti itulah Elohim ketika berupaya menyelamatkan manusia dari jerat dosa dan mengembalikan hubungan antara diri-Nya dengan manusia. Meski pun harga yang harus dibayar adalah nyawa Yesus sendiri, tetapi tidak ada penyesalan dari-Nya ketika melaksanakan hal tersebut. Bagi Elohim, manusia adalah ciptaan yang sangat dikasihi-Nya. Dia begitu mencintai kita sehingga Dia tidak mau kita terpisah dari-Nya. Sadarkah kita akan hal ini? Bahwa Elohim sangat ingin dekat dengan kita, ingin berkomunikasi dengan kita tiap waktu tanpa ada penghalang apapun.

Oleh sebab itu, mari setiap kita saat ini mengambil waktu mengucap syukur atas segala kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus. Buatlah komitmen bersekutu dengan-Nya setiap hari. Sungguh, Tuhan Yesus layak menerima semua ini dari kita. Di mata Elohim, keselamatan hidup kita sebanding nilainya dengan karya penebusan yang dikerjakan Yesus 2000 tahun yang lalu.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013 (jawaban.com / bm)

Thursday, April 17, 2014

Perkataan Yang Benar Di Tengah Pencobaan



Matius 12 : 37
Sebab atas dasar perkataanmu kamu akan dibenarkan, dan atas dasar perkataanmu kamu akan dipersalahkan.

Apakah hari-hari ini kita kehilangan tujuan hidup, atau mungkin kita sedang galau dan tidak tahu harus melakukan apa pun karena begitu ruwetnya masalah yang dihadapi? Lalu kita mulai mengeluh, menggerutu bahkan menyalahkan Tuhan? Mari kita membandingkan masalah kita dengan masalah Ayub. Satu hari Ayub kehilangan semua kekayaannya, Ia juga kehilangan anak-anaknya. Dan yang akhirnya ia kehilangan kesehatannya. Semua itu terjadi dalam kurun waktu yang singkat, tanpa adanya "persiapan" sebelumnya. Lalu tiba-tiba istri Ayub berkata kepadanya "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Elohimmu dan matilah!"

Ayub hanyalah manusia biasa sama seperti kita semua. Karena itu ia pun sempat menyesali akan kelahirannya dan ia juga sempat marah kepada kawan-kawannya yang datang seolah -olah memberikan penghiburan, tapi pada kenyataannya hanyalah menghakimi Ayub.

Pernahkah kita menghadapi keadaan seperti Ayub? Di rumah atau oleh keluarga sendiri kita dipersalahkan karena iman dan ketekunan kita kepada Elohim. Sementara sahabat-sahabat kita bukannya memberikan pertolongan melainkan hanya menghakimi dan memberikan komentar-komentar yang negatif dan tidak membangun. Namun Alkitab mencatat bahwa Ayub berhasil dan berkemenangan melewati cobaan berat tersebut bahkan Ayub mengakhiri perjalanan hidupnya dengan penuh kebahagiaan dan berkat Tuhan. Akhir hidup Ayub ditandai dengan tercurahnya berkat yang lebih dari sebelumnya (Ayub 42 : 12)

Kunci keberhasilan Ayub menuai berkat berlipat ganda adalah perkataannya kepada Elohim. Perkataan Ayub benar di hadapan YAHWEH sekalipun di tengah cobaan, tidak seperti perkataan dari kawan-kawannya Ayub yang kebanyakan teori dan asumsi . Perkataan kawan-kawan Ayub sepintas terdengar baik padahal perkataan mereka terlalu lancang karena berani menyalahkan dan menghakimi Ayub yang jelas-jelasan adalah orang yang jujur, saleh serta takut akan Elohim. (Ayub 42 : 5-8, Ayub 1 : 8)

Salah satu kunci kemenangan untuk mengakhiri pertandingan dengan baik dan benar adalah perkataan kita yang benar dihadapan YAHWEH.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013.

Sunday, April 13, 2014

Kompas Kehidupan



Amsal 23 : 18
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang .

Pernahkah kita melakukan kesalahan fatal di dalam hidup kita? Sepertinya tidak ada satu kuasa pun yang sanggup mengeluarkan kita dari sana. Lalu bagaimana dengan tujuan Ilahi yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita? Apakah hal itu masih dapat kita wujudkan?
Hidup itu bagaikan kapal yang berlayar di lautan lepas. Satu-satunya indikasi yang bisa menunjukkan arah yang tepat bagi kapal itu adalah kompas. Sepanjang perjalanannya, kapal itu akan melalui banyak badai yang terdahsyat sekalipun, dan di saat itu kapal tersebut bisa saja menyimpang jauh dari arah tujuannya semula. Tapi kompas akan selalu menunjukkan arah dengan tepat dan mengembalikan kapal ke tujuannya semula.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita bisa saja dalam kebodohan kedagingan kita mengambil pilihan yang salah dan jatuh dalam dosa yang terkelam, tapi ketika kita berbalik kepada Tuhan sebagai kompas kehidupan, IA akan kembali menuntun hidup kita ke arah yang tepat dan tujuan Ilahi itu akan tetap tergenapi.

Sama sekali tidak disarankan untuk kita bebas berbuat dosa dan mengambil keputusan yang salah, karena toh kapan pun kita ingin kembali, tangan Tuhan akan senantiasa terulur bagi kita. Sejauh apapun kita tersesat saat ini, sedalam apapun kita terjebak dalam dosa-dosa kedagingan kita, tujuan Ilahi itu tetap tersedia bagi kita. Pilihan ada di tangan kita saat ini, apakah kita akan kembali dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Yesus, sang kompas kehidupan atau menjadi orang yang terhilang untuk selama-lamanya.

Hidup kita sangat berarti di mata Tuhan. Tanpa kita, ada sebuah tempat di hati Tuhan yang kosong dan menantikan kehadiran kita di sana. Tak sedetik pun Tuhan berhenti untuk mengasihi kita. Hatinya selalu tersedia bagi kita. Jangan sia-siakan hidup kita !!! Jangan pernah menyerah untuk selalu kembali kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tak pernah menyerah untuk terus mengasihi kita.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013 (jawaban.com - Lestari E.P)

Thursday, March 20, 2014

Meski Lewat Lembah Air Mata

Mazmur 56 : 9 - 10
Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kau taruh ke dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Elohim memihak kepadaku.

Kenapa harus ada air mata? Kenapa di dalam hidup ini harus ada kesedihan ataupun kesengsaraan? Kenapa harus ada kekelaman di dalam hidup jika ada hal yang begitu baik yang bisa kita dapatkan? Ada banyak hal penyebabnya. Jika tidak ada air mata, apakah kita akan tahu yang namanya kebahagiaan? Bisa jadi perasaan itu hanya jadi perasaan yang hampa saja karena terus-menerus terjadi dalam hidup kita. Jika tidak ada kesengsaraan, tentu kita tidak menjadi kuat dan dewasa.

Tapi jangan kuatir jika saat-saat itu datang ke dalam hidup kita. Bukankah semuanya telah didaftarkan TUHAN? Penyakit yang kita alami, rumah tangga yang sedang dalam pergumulan, kesedihan karena ditinggal oleh orang yang kita kasihi, pengalaman pahit yang menorehkan luka, kisah masa lalu yang kelam, kehidupan yang penuh perjuangan, deraian air mata, semuanya TUHAN lihat.
Saat kita tidak bisa melihat jalan keluar yang telah  sediakan, saat itu kita tidak mengerti apa rencana TUHAN di dalam hidup kita, saat kita berjalan dengan langkah yang gontai, kita serahkan kepada TUHAN. Kita percaya TUHAN ada di pihak kita. DIA-lah yang akan memberikan kemenangan di dalam hidup kita. DIA-lah yang menggendong kita. Kita harus percaya ada jalan keluar bersamaNya.

Karena itu, hidup ini terlalu indah jika harus diambil begitu saja. Kehidupan ini punya banyak warna, meski ada warna kelam, tapi tuntunan TUHAN akan nyata dan indah pada waktunya. Taruh saja kepercayaan itu kepada TUHAN dan biarkan DIA yang bekerja. Segala sesuatu akan indah pada waktunya.

Percayalah sepenuh hati kepada TUHAN yang telah memperhitungkan sengsara kita, yang telah menaruh air mata kita di kirbatNya. DIA akan memberikan segala sesuatu indah pada waktunya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mar-Apr 2013 (jawaban.com by lois horiyanti)

Kembali Kepada Kesederhanaan

Yesaya 40 : 31
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Apakah saat-saat ini kita sedang berada di satu titik dengan banyak pilihan yang harus dikerjakan dan dipenuhi dengan banyak impian? Sepertinya kita sedang sibuk dan kewalahan dengan berbagai program, kegiatan sosial maupun pelayanan, namun sekaligus harus menjadi orang tua/anggota keluarga/tetangga yang baik?
Atau justru ini saat-saat kita sedang dalam keadaan kehilangan arah/impian dan sudah tidak lagi berambisi seperti masa-masa dimana segala sesuatunya berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Kedua posisi dan keadaan tersebut sebenarnya sama-sama membuat seseorang semakin menjauh dari satu hal yang terpenting, utama dan sederhana yaitu bergaul karib dengan Tuhan Yesus. Duduk di kaki Tuhan menikmati hadirat dan kasihNya dapat membawa pembaharuan/pemulihan hati dan jiwa kita sehingga kita memperoleh kasih, pengampunan, sukacita dan damai sejahtera yang melampaui segala akal sehingga kita kembali kuat, fokus dan dapat memahami apa yang harusnya kita kerjakan dengan tekun dan setia.

Bukan hanya itu saja, dengan kita kembali kepada Tuhan Yesus, sosok yang sederhana, lembut dan rendah hati itu, kita akan disadarkan pada anugerah terbesar dari Tuhan sehingga membuat kita tidak mementingkan diri sendiri, dan mengembalikan semangat kasih kita untuk hidup memberi dampak dan menyelesaikan tugas tanggung jawab kita dengan baik dan benar.

Ketika kita fokus pada Kristus Yesus maka segala sesuatu kembali kepada posisi yang sebenarnya, dimurnikan, sederhana, namun sangat bermakna.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mar-Apr 2013 (bethanyhouse.com / jp.mamora)

Sunday, March 16, 2014

6 Berkat Saat Melepaskan Pengampunan

Yohanes 13 : 35 --> Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Tuhan Yesus mengerti betapa berbahayanya dosa tidak mengampuni kesalahan orang lain, dan betapa pentingnya Tuhan harus memberi pengertian tentang hal ini kepada anak-anakNya. Oleh sebab itu Ia menaruh hal mengampuni orang lain di dalam deret kalimat doa Bapa kami (Mat 6 : 9 - 13).

Alasan pentingnya pengampunan terhadap sesama :
1. Mengampuni ialah bukti seseorang sudah menerima pengampunan dari YHWH.
 Pengampunan dari YHWH tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita itu merupakan bukti dan tanda kalau kita belum menerima pengampunan dari YHWH. (Mat 6 : 14 - 15; 18 : 35)

2. Mengampuni orang lain adalah perwujudan tindakan kasih.
Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya itu berarti ia adalah seorang "pembunuh". (1 Yoh 3 : 15 dan Wahyu 21 : 8)

3. Mengampuni orang lain agar doa kita didengar YHWH.
Bagaimana mungkin Ia mau mendengar suara kita kalu suara hati kita berteriak kebencian? Dan bagaimana Ia mau menerima persembahan syukur kita kalau bau busuk yang Ia rasakan. (Markus 11 : 24 - 26)

4. Mengampuni sesama agar tidak ada akar pahit di dalam hati kita.
Ada banyak sakit penyakit yang tidak selalu disebabkan oleh virus atau baksil tetapi disebabkan oleh hati yang tidak mau mengampuni orang lain. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa suasana jiwa yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Akar pahit ini bisa timbul di hati istri terhadap suami, atau sebaliknya, mertua terhadap menantu sebaliknya, relasi bisnis dll. Tidak sedikit orang yang sakit karena kepahitan terhadap sesamanya. (Ibrani 12 : 14-15)

5. Bila kita mengampuni maka lebih mudah kita mendapat pewahyuan TUHAN.
Pewahyuan hanya bisa kita dapat saat kita melihat kemuliaan Tuhan dan saat kita mendengar suara Tuhan. Seperti yang Tuhan Yesus sudah jelaskan bahwa manusia tidak akan bisa melihat YHWH jika tidak suci hatinya. Saat mengampuni hati kita bersih dari tuduhan dan dakwaan.

6. Dengan mengampuni maka kita sedang mengakui kedaulatan TUHAN.
Tuhan berdaulat untuk melakukan keadilanNya dan memberikan upah atau mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA.

Mengampuni memang bukanlah perkara gampang. Namun mengampuni harus segera dilakukan tanpa menunggu perasaan yang "enak". Mengampuni memang perlu pengorbanan dan kebulatan hati.

Dengan pertolongan Roh Kudus maka kita pasti dapat mengampuni sesama yang bersalah pada kita, walaupun yang bersangkutan tidak minta maaf pada kita.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi  Mei - Juni 2013



Saturday, February 15, 2014

Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, "Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan?"

Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"

"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!

Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, "Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya..."

Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata..."
"Untuk apa?" tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan...serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."

"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri..."

"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan".

"Dia berkorban demi orang yang dicintainya".

"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan".
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang".
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia".
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran".
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka".
"Cintanya tanpa syarat".

Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya.

Wanita, anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.

Sumber : Majalah M-Times Indonesi edisi Nov-Des 2013.

Saturday, February 8, 2014

Pengendalian Diri Menentukan Kemakmuran Anda di Masa Depan














Cara kita mengendalikan keuangan sangatlah berpengaruh pada keseluruhan hidup kita, bukan hanya di sisi finansial, tapi juga kerohanian, jasmani, dan hubungan dengan sesama.
Ada satu hal mendasar yang membedakan antara orang yang makmur dan orang yang selalu harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan uang : Pengendalian Diri.

Ilustrasi :
Seorang pemuda telah bekerja seharian di bawah terik matahari, seperti yang biasa dia lakukan karena dia adalah anak sulung di keluarganya. Dalam keadaan lelah dan kelaparan, ia akhirnya pulang. Di rumah, dia bertemu dengan adik laki-lakinya yang membawa semangkuk sup lezat.
Si adik menawarkan sup itu kepadanya, namun syaratnya adalah dia harus menukarnya dengan hak kesulungan yang dia miliki.
Karena rasa lapar yang tidak tertahankan, pemuda ini tanpa pikir panjang setuju dengan syarat tersebut. Diapun memberikan kemakmuran dan kehormatannya di masa yang akan datang demi sebuah kebutuhan sesaat.

Terdengar konyol, bukan?
Namun sulit melihat kekonyolan itu saat peristiwa yang serupa terjadi dalam hidup kita. Ada banyak di antara kita yang menukar kebebasan finansial, kemakmuran dan damai sejahtera demi pakaian indah, mobil baru atau gadget terbaru, yang dibayar dengan kartu kredit atau berhutang.

Apa sebabnya?
Karena kita tidak memiliki pengendalian diri. Tanpa terkontrol, kita begitu mudahnya menukar kebutuhan masa depan demi apa yang kita inginkan sekarang.

Seperti yang kita telah ketahui, kisah diatas menceritakan tentang Yakub dan Esau. Seandainya Esau mampu mengendalikan keinginan hatinya, maka dia tak akan pernah menyerahkan kekuasaan yang dia miliki atas harta dan kemakmuran yang telah dijanjikan kepadanya. Dia pasti sudah hidup nyaman dengan kehormatan selama hidupnya. Namun sebaliknya, justru si adik yang hidup dalam kehormatan dan kemakmuran.

Berapa kali kita telah menukar hal yang benar (seperti uang tabungan) demi kenyamanan sesaat untuk membeli mobil, gadget atau makan-makan di restoran dengan uang yang tidak kita miliki?
Seberapa sering kita kehilangan kendali demi memiliki barang-barang mewah yang tidak bisa kita beli secara tunai dan mengorbankan kemakmuran di masa depan?

Setiap kali kita memutuskan untuk menahan keinginan hati yang sementara dan berusaha menetapkan goal jangka panjang, kita sedang memposisikan diri sebagai pemenang atas keuangan di hidup kita. Belajar mengendalikan keinginan hati itu sama seperti berolahraga. Semakin sering dilakukan, semakin kuatlah kita dan lama-kelamaan hal itu menjadi mudah untuk dilakukan.

Mudah bagi kita untuk melihat dimana kesalahan Esau. Namun, bagaimana dengan diri kita sendiri? Seberapa parah kita bergelut untuk meraih kebebasan finansial? Ketika kita merasa benar-benar membutuhkannya, maka perubahan itupun dimulai, dan kita akan berhenti menukar kemakmuran jangka panjang dengan kesenangan sesaat.

Mulailah mengendalikan keinginan hati kita hari ini, karena masa depan kita ditentukan olehnya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Januari - Februari 2014.