Thursday, March 20, 2014

Kembali Kepada Kesederhanaan

Yesaya 40 : 31
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Apakah saat-saat ini kita sedang berada di satu titik dengan banyak pilihan yang harus dikerjakan dan dipenuhi dengan banyak impian? Sepertinya kita sedang sibuk dan kewalahan dengan berbagai program, kegiatan sosial maupun pelayanan, namun sekaligus harus menjadi orang tua/anggota keluarga/tetangga yang baik?
Atau justru ini saat-saat kita sedang dalam keadaan kehilangan arah/impian dan sudah tidak lagi berambisi seperti masa-masa dimana segala sesuatunya berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Kedua posisi dan keadaan tersebut sebenarnya sama-sama membuat seseorang semakin menjauh dari satu hal yang terpenting, utama dan sederhana yaitu bergaul karib dengan Tuhan Yesus. Duduk di kaki Tuhan menikmati hadirat dan kasihNya dapat membawa pembaharuan/pemulihan hati dan jiwa kita sehingga kita memperoleh kasih, pengampunan, sukacita dan damai sejahtera yang melampaui segala akal sehingga kita kembali kuat, fokus dan dapat memahami apa yang harusnya kita kerjakan dengan tekun dan setia.

Bukan hanya itu saja, dengan kita kembali kepada Tuhan Yesus, sosok yang sederhana, lembut dan rendah hati itu, kita akan disadarkan pada anugerah terbesar dari Tuhan sehingga membuat kita tidak mementingkan diri sendiri, dan mengembalikan semangat kasih kita untuk hidup memberi dampak dan menyelesaikan tugas tanggung jawab kita dengan baik dan benar.

Ketika kita fokus pada Kristus Yesus maka segala sesuatu kembali kepada posisi yang sebenarnya, dimurnikan, sederhana, namun sangat bermakna.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mar-Apr 2013 (bethanyhouse.com / jp.mamora)