Pernikahan dan perkawinan merupakan rancangan yang Tuhan buat bagi manusia. Kisah penciptaan sangat jelas memaparkan hal tersebut. Tuhan menghendaki supaya manusia tidak sendirian dan Tuhan menghendaki supaya manusia beranak cucu. Tujuan Tuhan tersebut hanya dapat terpenuhi jika seorang pria mencintai dan menjadi satu dengan gadis yang juga mencintainya.
Dengan demikian kekristenan sepakat bahwa tujuan pernikahan adalah :
- memenuhi kehendak Tuhan supaya manusia memiliki keturunan, itu artinya pria dan wanita menjadi satu tubuh karena melakukan hubungan seks. (Kejadian 1 : 27 - 28)
- memenuhi kehendak Tuhan supaya manusia/pria tidak seorang diri dan kesepian. Itu artinya pria dan wanita perlu menjadi satu jiwa di dalam cinta dan kebersamaan melalui komunikasi dan hubungan seks. (Kejadian 2 : 18, 20 - 22)
- memenuhi kehendak Tuhan supaya pria dan wanita yang seiman dan cinta Tuhan tersebut satu hati sehingga melahirkan keturunan Ilahi dan bukan sekedar anak-anak jasmani. (Maleakhi 2 : 15)
Jika kita memperhatikan ketiga point di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan menghendaki supaya suami istri menjadi satu tubuh, satu jiwa dan satu roh dalam suatu hubungan yang intim dan mesra.
Itu artinya kekristenan setuju kalau komunikasi dan hubungan seks sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam suatu pernikahan.
Namun iblis dan dunia membuat kebenaran tersebut menjadi suatu penyimpangan sehingga banyak rumah tangga yang hancur karena manusia percaya pada dusta tentang seks. Salah satu kebohongan tentang seks yang sering dikumandangkan dalam banyak iklan adalah mengenai bagaimana menjadi pria yang perkasa dalam soal seks. Beberapa isu kebohongan yang dipercaya banyak orang tentang pria yang perkasa :
- pria dikatakan perkasa bila mempunyai alat kelamin yang besar dan panjang.
- pria dikatakan perkasa bila bisa ereksi sangat lama.
- pria dikatakan perkasa bila memiliki badan yang berotot dan tubuh yang atletis.
Padahal tahukah anda bahwa Alkitab memiliki definisi yang berbeda tentang pria sejati dan perkasa. Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa pria sejati dan perkasa adalah sebagai berikut :
- pria yang takut akan Tuhan dan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Mazmur 128 : 1, Kejadian 39 : 7 - 8)
- pria yang hidup dalam doa dan penyembahan kepada Tuhan (1 Timotius 2 : 8)
- pria yang mau bekerja keras dan bukan hamba uang (Mazmur 128 : 2, 1 Tesalonika 4 : 11, 1 Timotius 3 : 3)
- pria yang mengambil kepemimpinan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga dan keluarganya (1 Timotius 3 : 4)
- pria yang bisa menaklukkan nafsu seksnya, yang hanya mempunyai satu istri dan bukan seorang peminum (1 Timotius 3 : 2 - 3, 1 Timotius 4 : 4)
Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Maret - April 2013 (jp.simamora | jawaban.com)
0 comments:
Post a Comment