Wednesday, April 2, 2014

Bila YHWH Meminta Secara Pribadi

Kejadian 22 : 2
Firman-Nya : "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan padamu".

Bila YHWH meminta sesuatu yang ada pada kita maka cuma satu dapat kita lakukan yaitu merelakan hati dan mentaati perintah-Nya. Sebab sangat jarang YHWH meminta atau memerintahkan sesuatu yang sifatnya pribadi kepada umat manusia. Kebanyakan orang hanya melakukan perintah agama yang sudah menjadi tradisi turun-temurun dan itu bukanlah permintaan YHWH secara langsung dan pribadi. Merupakan hal yang istimewa jika seseorang atau suatu keluarga mengalami pergumulan atau perjuangan hidup dan setelah melewatinya dengan gilang gemilang atau setelah memperoleh apa yang dinanti-nantikan, YHWH menguji kita dan meminta supaya berkat itu dikorbankan menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Nya.

Kita tahu bersama bahwa Abraham sangat mendambakan seorang anak dari Sara, namun ketika Abraham berada di puncak kesuksesan dan kebahagiaan bersama anak tunggalnya, YHWH justru meminta dan memerintahkan Abraham supaya Ishak anak yang dikasihinya tersebut dipersembahkan menjadi korban bakaran.

Ada kalanya ujian yang paling berat bukanlah saat seseorang sedang berjuang menghadapi badai hidup, melainkan saat dipuncak kebahagiaan, lalu tiba-tiba Elohim meminta atau mengambil sebagian atau semua  yang ada pada kita.

Pernahkah kita mengalami hal itu hari-hari ini, dimana semua yang kita miliki, banggakan dan kasihi justru diambil dari kita atau sengaja YHWH minta supaya kita lepas dan berikan kepada orang lain?
Namun sesungguhnya, saat kita merelakan hati untuk taat maka kita sedang melakukan penyembahan yang sempurna kepada YHWH dan ketaatan kita tersebut merupakan korban yang menyenangkan hati YHWH.