
Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih, bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri. Air selalu berubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia fleksibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Kita harus bisa menjadi orang yang fleksibel tanpa meninggalkan prinsip kebenaran. Air tidak putus asa, ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (inilah mujizat).
Demikian pula bagi engkau yang percaya kepada Tuhan, jangan pernah putus asa sebab di dalam Tuhan selalu ada pengharapan ! Dan sekalipun sepertinya mustahil, asal engkau percaya penuh kepada Tuhan, yang mustahil itupun bisa terjadi !!
Sumber majalah M-Times Indonesia edisi Maret-April 2013.