Thursday, March 20, 2014

Merawat Pasien Stroke di Rumah

1. Perawat pasien stroke sebaiknya dilakukan lebih dari satu, agar pekerjaan dapat dibagi-bagi.
2. Pilihlah kamar yang dekat dengan kamar mandi, ruang makan atau dapur.
3. Aturlah perabotan atau peralatan yang mudah digunakan pasien.
4. Pastikan tinggi ranjang sesuai dengan kegiatan perawatan sehari-hari dan menggunakan lapisan anti bocor diantara kasur dan seprai.
5.Ciptakan suasana tenang dan menyenangkan. Hindari pembicaraan mengenai ketidakmampuan pasien. Jangan memaksa pasien untuk melakukan sesuatu. Sebaiknya gunakan saran-saran atau bujukan.
6. Bantu pasien untuk mengurus dirinya sendiri sejauh mana yang bisa dia kerjakan. Dorong pasien untuk bertanggung jawab atas aktivitas latihan yang dilakukan.
7. Pujilah setiap usaha yang dilakukannya.
8. Jangan berasumsi bahwa dia tidak bisa menggunakan pikirannya.
9. Bantulah pasien untuk mempertahankan hubungan dengan dunia luar dan orang lain sama seperti sebelum dia menderita stroke.
10. Sesering mungkin ajaklah pasien untuk bangkit dari ranjangnya, dan kalau tidak mampu ajaklah duduk ketika menyantap makanan.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mei-Juni 2013

Kembali Kepada Kesederhanaan

Yesaya 40 : 31
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Apakah saat-saat ini kita sedang berada di satu titik dengan banyak pilihan yang harus dikerjakan dan dipenuhi dengan banyak impian? Sepertinya kita sedang sibuk dan kewalahan dengan berbagai program, kegiatan sosial maupun pelayanan, namun sekaligus harus menjadi orang tua/anggota keluarga/tetangga yang baik?
Atau justru ini saat-saat kita sedang dalam keadaan kehilangan arah/impian dan sudah tidak lagi berambisi seperti masa-masa dimana segala sesuatunya berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Kedua posisi dan keadaan tersebut sebenarnya sama-sama membuat seseorang semakin menjauh dari satu hal yang terpenting, utama dan sederhana yaitu bergaul karib dengan Tuhan Yesus. Duduk di kaki Tuhan menikmati hadirat dan kasihNya dapat membawa pembaharuan/pemulihan hati dan jiwa kita sehingga kita memperoleh kasih, pengampunan, sukacita dan damai sejahtera yang melampaui segala akal sehingga kita kembali kuat, fokus dan dapat memahami apa yang harusnya kita kerjakan dengan tekun dan setia.

Bukan hanya itu saja, dengan kita kembali kepada Tuhan Yesus, sosok yang sederhana, lembut dan rendah hati itu, kita akan disadarkan pada anugerah terbesar dari Tuhan sehingga membuat kita tidak mementingkan diri sendiri, dan mengembalikan semangat kasih kita untuk hidup memberi dampak dan menyelesaikan tugas tanggung jawab kita dengan baik dan benar.

Ketika kita fokus pada Kristus Yesus maka segala sesuatu kembali kepada posisi yang sebenarnya, dimurnikan, sederhana, namun sangat bermakna.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mar-Apr 2013 (bethanyhouse.com / jp.mamora)

Sunday, March 16, 2014

6 Berkat Saat Melepaskan Pengampunan

Yohanes 13 : 35 --> Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Tuhan Yesus mengerti betapa berbahayanya dosa tidak mengampuni kesalahan orang lain, dan betapa pentingnya Tuhan harus memberi pengertian tentang hal ini kepada anak-anakNya. Oleh sebab itu Ia menaruh hal mengampuni orang lain di dalam deret kalimat doa Bapa kami (Mat 6 : 9 - 13).

Alasan pentingnya pengampunan terhadap sesama :
1. Mengampuni ialah bukti seseorang sudah menerima pengampunan dari YHWH.
 Pengampunan dari YHWH tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita itu merupakan bukti dan tanda kalau kita belum menerima pengampunan dari YHWH. (Mat 6 : 14 - 15; 18 : 35)

2. Mengampuni orang lain adalah perwujudan tindakan kasih.
Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya itu berarti ia adalah seorang "pembunuh". (1 Yoh 3 : 15 dan Wahyu 21 : 8)

3. Mengampuni orang lain agar doa kita didengar YHWH.
Bagaimana mungkin Ia mau mendengar suara kita kalu suara hati kita berteriak kebencian? Dan bagaimana Ia mau menerima persembahan syukur kita kalau bau busuk yang Ia rasakan. (Markus 11 : 24 - 26)

4. Mengampuni sesama agar tidak ada akar pahit di dalam hati kita.
Ada banyak sakit penyakit yang tidak selalu disebabkan oleh virus atau baksil tetapi disebabkan oleh hati yang tidak mau mengampuni orang lain. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa suasana jiwa yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Akar pahit ini bisa timbul di hati istri terhadap suami, atau sebaliknya, mertua terhadap menantu sebaliknya, relasi bisnis dll. Tidak sedikit orang yang sakit karena kepahitan terhadap sesamanya. (Ibrani 12 : 14-15)

5. Bila kita mengampuni maka lebih mudah kita mendapat pewahyuan TUHAN.
Pewahyuan hanya bisa kita dapat saat kita melihat kemuliaan Tuhan dan saat kita mendengar suara Tuhan. Seperti yang Tuhan Yesus sudah jelaskan bahwa manusia tidak akan bisa melihat YHWH jika tidak suci hatinya. Saat mengampuni hati kita bersih dari tuduhan dan dakwaan.

6. Dengan mengampuni maka kita sedang mengakui kedaulatan TUHAN.
Tuhan berdaulat untuk melakukan keadilanNya dan memberikan upah atau mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA.

Mengampuni memang bukanlah perkara gampang. Namun mengampuni harus segera dilakukan tanpa menunggu perasaan yang "enak". Mengampuni memang perlu pengorbanan dan kebulatan hati.

Dengan pertolongan Roh Kudus maka kita pasti dapat mengampuni sesama yang bersalah pada kita, walaupun yang bersangkutan tidak minta maaf pada kita.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi  Mei - Juni 2013