Saturday, February 8, 2014

Cinta dan Persahabatan

          








  

  • Cinta harus berasal dari hati. Maka jika tidak dari hati, jangan pernah berucap bahwa kamu mencinta.
  • Cinta mungkin akan memberikan luka. Tapi luka akan membuatmu lebih dewasa.
  • Kau selalu lebih kuat dari rasa sakitmu, lebih besar dari masalahmu, lebih baik dari penghakiman orang atasmu, selama ada Tuhan di hatimu.
  • Kebahagiaan bukanlah disaat kita memiliki kesempurnaan, namun ketika kita dapat menerima ketidaksempurnaan dengan tulus dan ikhlas.
  • Jika kamu cinta dia, biarkan dia menjadi dirinya sendiri, maka kamu tak akan kecewa ketika mereka tak seperti yang kamu inginkan.

  • Sahabat adalah mereka yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik yang ada dalam dirimu. Mereka yang selalu berimu semangat.
  • Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah. Bijaklah dalam memilih sahabat.
  • Jangan pernah sakiti sahabatmu, karena sahabat adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa DIA tak ingin kamu sendirian jalani hidup.
  • Sahabat adalah dia yang tahu apa yang dia miliki ketika bersamamu, bukan dia yang menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.
  • Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu.

Menguji Umat-Nya


 










Banyak kehidupan orang Kristen menjadi kering dan kosong karena tidak pernah merasakan YHWH (baca YAHWEH) berbicara kepada mereka serta tidak dapat merasakan hubungan yang dengan YHWH. Abraham dapat mendengar YHWH berbicara, namun yang Abraham dengar adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, karena YHWH meminta Ishak anak yang dikasihinya itu untuk dipersembahkan kepada-Nya. Inilah yang dinamakan ujian dari YHWH. Bagaimana YHWH menguji umat-Nya?

Dengan Memberi Pilihan.

Tuhan tidak pernah memaksa umat-Nya, tetapi DIA memberi pilihan. Hidup ini adalah soal memilih. Jika Tuhan memberkati kita dengan sungguh-sungguh, itu berarti kita memilih beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jika kita hidup dalam kutuk, itu berarti kita telah memilih untuk tidak lagi beribadah kepada Tuhan yang hidup.
Kegagalan dalam memilih sering disebabkan karena mengandalkan kekuatan sendiri.
Ujian dari Tuhan buat kita selalu mendatangkan kebaikan, dengan tujuan agar kita menjadikan DIA satu-satunya andalan kita. Kita percaya bahwa DIA memberikan hari depan yang penuh harapan asalkan kita percaya dan takut pada-Nya.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Januari - Februari 2014.

Toko Grosir Surga












Kisah sebuah pengalaman seseorang yang terjadi bertahun-tahun silam lamanya. Saat itu dia sedang berjalan menyusuri jalan raya kehidupan. Di tengah perjalanan, dia melihat tanda tulisan yang dibaca, Toko Grosir Surga.

Dia pun mendekati pintu masuk toko yang sedikit terbuka itu, dan ketika dia berjalan semakin dekat dengan pintu itu tiba-tiba saja dia sudah berdiri di dalamnya.

Dia melihat sejumlah malaikat, mereka berdiri dimana-mana. Salah satu malaikat menghampirinya dan memberi rak belanja serta berkata "Anakku, belanjalah dengan benar". Ketika dia melihat satu per satu produk yang ada disana, dia melihat segala kebutuhan orang Kristen.

Dia pun memulai mengambil beberapa Kesabaran, Cinta, ke dalam rak belanjannya. Kemudian dia melihat ke bawah dan dia memasukkan Pengertian, hal yang diperlukan kemanapun kita pergi. Dia juga mengambil dua kotak Kebijaksanaan dan dua tas Iman. Ketika berjalan menyusuri toko, dia tidak melewatkan untuk mendapatkan Roh Kudus. Lalu Kekuatan, Keberanian, dan Kasih Karunia semua dia masukkan ke dalam rak belanjanya. 

Ketika dia merasa semua sudah didapat, dia teringat pada Keselamatan, yang dia tahu itu adalah gratis. Setelah mendapatkannya, dia pun berjalan ke counter kasir untuk membayar semua tagihan belanjanya. Namun begitu hendak dihitung, dia melihat Doa, Damai Sejahtera, Sukacita yang Berlimpah, Pujian dan Penyembahan. Dia pun meminta Malaikat untuk tidak menghitung dahulu karena dia mau mengambil hal-hal itu.

Begitu sudah mendapatkannya, dia bertanya kepada Malaikat "Berapa uang yang harus saya bayarkan untuk semua yang saya ambil ini?". Malaikat pun tersenyum dan berkata "Bawalah saja ini". Menganggap Malaikat keliru mengucapkan, dia sekali lagi bertanya kepada Malaikat "Berapa uang yang harus saya bayarkan?". Malaikat itu tersenyum dan berkata "Yesus telah membayar semua tagihan ini ribuan tahun yang lalu".

I Petrus 1 : 18 - 19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Januari-Februari 2014.