Kisah sebuah pengalaman seseorang yang terjadi bertahun-tahun silam lamanya. Saat itu dia sedang berjalan menyusuri jalan raya kehidupan. Di tengah perjalanan, dia melihat tanda tulisan yang dibaca, Toko Grosir Surga.
Dia pun mendekati pintu masuk toko yang sedikit terbuka itu, dan ketika dia berjalan semakin dekat dengan pintu itu tiba-tiba saja dia sudah berdiri di dalamnya.
Dia melihat sejumlah malaikat, mereka berdiri dimana-mana. Salah satu malaikat menghampirinya dan memberi rak belanja serta berkata "Anakku, belanjalah dengan benar". Ketika dia melihat satu per satu produk yang ada disana, dia melihat segala kebutuhan orang Kristen.
Dia pun memulai mengambil beberapa Kesabaran, Cinta, ke dalam rak belanjannya. Kemudian dia melihat ke bawah dan dia memasukkan Pengertian, hal yang diperlukan kemanapun kita pergi. Dia juga mengambil dua kotak Kebijaksanaan dan dua tas Iman. Ketika berjalan menyusuri toko, dia tidak melewatkan untuk mendapatkan Roh Kudus. Lalu Kekuatan, Keberanian, dan Kasih Karunia semua dia masukkan ke dalam rak belanjanya.
Ketika dia merasa semua sudah didapat, dia teringat pada Keselamatan, yang dia tahu itu adalah gratis. Setelah mendapatkannya, dia pun berjalan ke counter kasir untuk membayar semua tagihan belanjanya. Namun begitu hendak dihitung, dia melihat Doa, Damai Sejahtera, Sukacita yang Berlimpah, Pujian dan Penyembahan. Dia pun meminta Malaikat untuk tidak menghitung dahulu karena dia mau mengambil hal-hal itu.
Begitu sudah mendapatkannya, dia bertanya kepada Malaikat "Berapa uang yang harus saya bayarkan untuk semua yang saya ambil ini?". Malaikat pun tersenyum dan berkata "Bawalah saja ini". Menganggap Malaikat keliru mengucapkan, dia sekali lagi bertanya kepada Malaikat "Berapa uang yang harus saya bayarkan?". Malaikat itu tersenyum dan berkata "Yesus telah membayar semua tagihan ini ribuan tahun yang lalu".
I Petrus 1 : 18 - 19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Januari-Februari 2014.