Tuhan Yesus Sedih
Pada saat akan masuk ke dalam pintu gerbang dunia di dalam masa Aniaya Besar, Tuhan Yesus terlihat sangat sedih. Tuhan Yesus terus mencucurkan air mata melihat manusia dihancurkan oleh setan yang menguasai dunia dan dibawa ke neraka. Akan tetapi Tuhan Yesus tidak dapat menunda waktu kedatanganNya lebih lama lagi, karena ternyata di belakangNya, para martir di sepanjang abad menangis keras dan meminta Tuhan Yesus untuk menyelesaikan masa penantiannya.
Sementara itu Tuhan Yesus tahu persis, bahwa jika sekarang ini Dia datang, hanya akan mendapati sedikit orang Kristen yang mempersiapkan diri dan akan terangkat ke surga. Tetapi jika kedatanganNya ditunda, maka akan lebih banyak orang Kristen yang gagal dalam imannya, karena di masa modern ini setan sudah mencapai puncaknya untuk membelokkan fokus iman orang Kristen di seluruh dunia supaya menikmati segala kecemaran hidup.
Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya : "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" Wahyu 6 : 9 - 10.
Itu adalah pilihan yang sangat sulit bagi Tuhan Yesus : Jika datang sekarang ini maka banyak orang Kristen yang tidak selamat. Tapi jika ditunda, akan lebih banyak lagi orang Kristen yang binasa.
Di dalam tangisannya, Tuhan Yesus menyampaikan sebuah pesan yang sangat tegas : "Kerjakan Keselamatanmu Sendiri". Tuhan Yesus ingin supaya setiap orang Kristen memastikan dirinya bisa masuk ke dalam pengangkatan (Rapture) dengan setiap hari menjaga kekudusan hidup dan bergaul intim dengan Tuhan Yesus.
Banyak orang Kristen sekarang ini sibuk dengan urusan hidupnya masing-masing. Sibuk bekerja mengumpulkan uang, sibuk berbisnis dan investasi, sibuk sekolah, sibuk memikirkan karier di kantor dan di gereja, sibuk merancang masa depan, sibuk menyiapkan pensiun yang masih 25 tahun lagi, dll. Bahkan gereja-gereja dipenuhi dengan pengajaran tentang berkat dan berkat.
"Waktunya sudah dekat. Bertobatlah dan berjaga-jagalah".
Bersambung ...
Sumber : Majalah M-Times Indonesia edisi Mei - Juni 2013.